Kamis, 23 Oktober 2025

Keyless Inframerah (Mapel Mikrotroller Tgl 11/11/2025 Kelas XII TBSMA Moda Daring)

 Ass Wr Wb.

Selamat Pagi.....Semoga semua selalu sehat, Aamiin....

Untuk kegiatan pembelajaran hari ini, Silahkan catat sketch program dan wiring diagram

Keyless inframerah berikut di buku catatan untuk materi praktek nanti.

Foto hasil catatannya dan kirim dengan klik Tugas Daring

Tugas bpk tunggu sampai jam 15.00. Tugas sebagai absensi kehadiran,
Lewat jam tersebut dianggap tidak hadir dalam pembelajaran Moda
daring ini. Terima ksh selamat mengerjakan.

Sketc Program :

#include <IRremote.h>

int penerima=9;
// pin digital 9 untuk sinyal keluaran dari IR remote
int kontak=1;
// pin digital 1 untuk sinyal ke relay kontak
int kontak2=2;
//pin digital 2 untuk sinyal ke relay kontak2
int beep=4;
// pin digital 4 untuk sinyal ke buzer
int start=3;
//pin digital 3 untuk sinyal ke start
int a=0;
// menggunakan variabel a untuk seting awal bernilai 0 bil bulat
void setup() {
Serial.begin(9600);
//mengaktifkan komunikasi serial dengan kecepatan 9600bps
IrReceiver.begin(penerima);
//mengaktifkan sensor infrared penerima(receiver)
pinMode(kontak, OUTPUT);
//Setting pin 3 sebagai output
pinMode(beep, OUTPUT);
//Setting pin 11 sebagai output
pinMode(kontak2, OUTPUT);
//Setting pin 2 sebagai output
pinMode(start, OUTPUT);
//Setting pin 4 sebagai output
}
void loop() {
if (IrReceiver.decode())
//instruksi jika sensor infrared menerima sinyal inframerah dari remote IR
{
  digitalWrite(beep, HIGH);
//mengaktifkan pin 11 ke beep speaker HIGH(5V) selama 100 mS
  delay (100);
  digitalWrite(beep, LOW);
//Mengoffkan beep speaker
  Serial.println(IrReceiver.decodedIRData.command);
//Mengeprint kode dari sinyal inframerah yang diterima sensor inframerah
  a=IrReceiver.decodedIRData.command;
//Menyimpan kode inframerah ke variabel a
  IrReceiver.resume();
if (a == 34)
//Menanyakan apakah kode sama dengan 34 untuk tombol menyalahkan sepeda motor
{
digitalWrite(kontak2, LOW);
// mengoffkan pin 2(kontak2) bernilai LOW (0V)
digitalWrite(kontak, HIGH);
//mengaktifkan pin 3(kontak) bernilai HIGH (5V)
digitalWrite(start, HIGH);
//Mengaktifkan pin 4(start) bernilai HIGH (5V) selama 1S
delay(1000);
digitalWrite(start, LOW);
}
if (a == 162)
//Menanyakan apakah kode sama dengan 162 untuk tombol mematikan sepeda motor
{
digitalWrite(kontak, LOW);
//mengoffkan pin 1(kontak) bernilai LOW (0V)
delay(3000);
digitalWrite(kontak2, HIGH);
digitalWrite(beep, HIGH);
delay (100);
digitalWrite(beep, LOW);
}
}
}

Wiring diagram keyless Inframera :









Minggu, 05 Oktober 2025

Hukum Kirchoff 1 dan 2

 Tujuan Pembelajaran :

1. Peserta didik dapat memahami mengenai hukum kirchoff 1 (KCL) dan kirchoff 2(KVL).

2. Peserta didik dapat menerapkan hukum kirchoff 1 dan kirchoff 2 untuk menyelesaikan permasalahan  rangkaian elektronika.

Bahan Ajar :

Bunyi Hukum II Kirchhoff

Hukum ini berlaku pada rangkaian yang tidak bercabang yang digunakan untuk menganalisis beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup. Hukum II Kirchhoff biasa disebut Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL). Bunyi Hukum II Kirchhoff adalah:

Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol.



Rumus Hukum II Kirchhoff

Versi lain Hukum II Kirchhoff, yaitu pada rangkaian tertutup, berbunyi: jumlah aljabar GGL (ε) dan jumlah penurunan tegangan (IR) sama dengan nol. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai: Σ ε+Σ IR = 0.



Mapel IPAS : Prinsip Kerja Generator turbin angin, air dan uap, solar cell, PLTP dan PLTB





 Tujuan Pembelajaran :

1. Siswa dapat memahami prinsip kerja generator pada turbin PLTA, PLTU, PLTB.

2. Siswa dapat memahami prinsip kerja Panel Surya pada PLTS, PLTB dan PLTP.

Tugas :Tugas materi diatas


Rabu, 20 Agustus 2025

Praktek 1 Running Led (Knight Rider dan Led Blinking)

 Sketch Program (Running Led (Knight Rider dan Led Blinking)

int i=0;

void setup() {
  // put your setup code here, to run once:
  pinMode(13, OUTPUT);
  pinMode(12, OUTPUT);
  pinMode(3, OUTPUT);
  pinMode(1, INPUT);
  pinMode(2, INPUT);
}
void loop() {
  // put your main code here, to run repeatedly:
  if (digitalRead(1)==HIGH){
  digitalWrite(13, HIGH);
  delay(200);
  digitalWrite(13, LOW);
  delay(200);
  ++i;
  if (i%5==0){
  digitalWrite(13, HIGH);
  digitalWrite(12, HIGH);
  digitalWrite(3, HIGH);
  delay(500);
  digitalWrite(13, LOW);
  digitalWrite(12, LOW);
  digitalWrite(3, LOW);
  delay(500);
  digitalWrite(13, HIGH);
  delay(200);
  digitalWrite(13, LOW);
  delay(200);
  i=1;
  }
  digitalWrite(12, HIGH);
  delay(200);
  digitalWrite(12, LOW);
  delay(200);
  ++i;
  digitalWrite(3, HIGH);
  delay(200);
  digitalWrite(3, LOW);
  delay(200);
  ++i;
  digitalWrite(12, HIGH);
  delay(200);
  digitalWrite(12, LOW);
  delay(200);
  ++i;
  }
  else if (digitalRead(2)==HIGH){
  digitalWrite(13, HIGH);
  digitalWrite(12, HIGH);
  digitalWrite(3, HIGH);
  delay(500);
  digitalWrite(13, LOW);
  digitalWrite(12, LOW);
  digitalWrite(3, LOW);
  delay(500);
   }
  }

Instalasi hardware Arduino Uno dan Perangkat Input Output :



Senin, 11 Agustus 2025

Materi mapel IPAS ke 3

 

Sumber Data Peta Energi Terbarukan di Kabupaten Bogor

  1. ESDM One Map (Kementerian ESDM)
    Platform ini menyediakan berbagai peta potensi energi terbarukan di seluruh Indonesia, termasuk:
    • Potensi Surya
    • Potensi Angin
    • Potensi Panas Bumi
    • Potensi Mikrohidro (PLTMH)
    • Potensi PLTS Terapung, PLTSA, dan lain-lain
      Peta-peta ini dapat ditampilkan secara geografis dan tentunya mencakup wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya
  2. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Bogor 2024–2044
    Melalui geoportal Kab Bogor, tersedia layer “Peta Sistem Jaringan Energi” yang menampilkan:
    • Lokasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)
    • PLTP (Panas Bumi)
    • PLTS (Surya)
    • PLTA, PLTD, PLTG, dan gardu listrik eksisting atau perencanaan
      Ini berguna untuk melihat distribusi infrastruktur energi di daerah secara spasial
  3. Global Solar Atlas
    Sebagai alat dari World Bank, Atlas ini memberikan data potensi energi surya (radiasi matahari) pada tingkat lokasi mana pun. Bisa digunakan untuk estimasi potensi PLTS di Kabupaten Bogor dengan cukup akurat
  4. Kajian Akademis (ITS & ITB — MATEC Web Conf.)
    Menyediakan model spasial potensi energi hidro dan surya secara musiman pada skala provinsi. Meski tidak spesifik ke kabupaten, pendekatan ini bisa dipakai untuk analisis off-grid di wilayah Bogor
  5. Potensi Panas Bumi di Jawa Barat
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa potensi panas bumi mencapai sekitar 6.101 MW yang tersebar di 44 titik, termasuk beberapa yang berada di wilayah Kabupaten Bogor

Rekomendasi Langkah Selanjutnya

  • Akses ESDM One Map, pilih layer potensi terbarukan (surya, angin, panas bumi, mikrohidro) untuk melihat datanya secara interaktif.
  • Manfaatkan Geoportal Kabupaten Bogor dengan layer “Peta Sistem Jaringan Energi” untuk mendapatkan informasi spasial infrastruktur energi—baik eksisting maupun rencana.
  • Gunakan Global Solar Atlas jika ingin estimasi potensi surya dengan parameter teknis PV.
  • Untuk studi lebih komprehensif, Anda bisa merujuk ke model dari ITS/ITB untuk mempertimbangkan variasi musiman sulap dan hidro, serta mengintegrasikannya dalam desain sistem off-grid terdesentralisasi.

Sejarah Evolusi Otomotif & Sistem Terotomatisasi (Materi ke 1 dan 2)

  BAHAN AJAR SISWA: SEJARAH, EVOLUSI OTOMOTIF & SISTEM TEROTOMATISASI Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan perke...