BAHAN AJAR: METABOLISME,
KEBUTUHAN KALORI, DAN HIDRASI UNTUK TEKNISI (TKR/TSM, TPM, DAN TKJ)
1. PENDAHULUAN & KONSEP
DASAR METABOLISME
Metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia
biokimiawi dalam tubuh yang mengubah nutrisi dari makanan dan minuman menjadi
energi (ATP). Energi ini digunakan untuk menjalankan fungsi seluler,
mempertahankan suhu tubuh, serta mendukung aktivitas fisik sehari-hari.
Secara umum, metabolisme
terbagi menjadi dua proses utama:
- Anabolisme: Proses pembentukan
molekul kompleks dari molekul sederhana (membutuhkan energi).
- Katabolisme: Proses pemecahan
molekul kompleks menjadi molekul sederhana (menghasilkan energi).
Bagi calon teknisi, memahami
metabolisme tubuh sama pentingnya dengan memahami sistem kerja mesin atau
jaringan komputer. Tubuh yang kekurangan atau kelebihan pasokan energi tidak
akan dapat bekerja secara optimal, presisi, dan aman.
2. PENGUKURAN KEBUTUHAN
ENERGI HARIAN
Kebutuhan Energi Total Harian (Total Daily Energy Expenditure / TDEE) dihitung
berdasarkan dua komponen utama:
TDEE =
BMR x Faktor Aktivitas (PAL)
A. Basal Metabolic Rate
(BMR)
BMR adalah energi minimal yang dibutuhkan tubuh
hanya untuk bertahan hidup saat istirahat total. Persamaan Mifflin-St Jeor umumnya digunakan untuk menghitung BMR:
- Laki-laki:
{BMR} = 10 x Berat (kg) + 6,25 x Tinggi (cm) - 5 x Usia (tahun) + 5
- Perempuan:
{BMR} = 10 x Berat (kg) + 6,25 x Tinggi (cm) - 5 x Usia (tahun) - 161
B. Physical Activity Level
(PAL)
Faktor aktivitas disesuaikan dengan jenis pekerjaan
harian teknisi:
|
Tingkat Aktivitas |
Kategori |
Contoh Profesi/Aktivitas |
Nilai Faktor (PAL) |
|
Ringan |
Sedentary / Light |
Pekerjaan kantor/meja,
konfigurasi ringan |
1,2 - 1,375 |
|
Sedang |
Moderate |
Pemasangan kabel lapangan,
mobilitas sedang |
1,55 |
|
Berat |
Heavy / Intense |
Bongkar pasang mesin, kerja bengkel manufaktur |
1,725 - 1,9 |
3. PROFIL AKTIVITAS & KEBUTUHAN NUTRISI PER
JURUSAN
A. TKR (Teknik Kendaraan
Ringan) & TSM (Teknik Sepeda Motor)
- Karakteristik Kerja:
Aktivitas fisik sedang hingga berat. Meliputi posisi berdiri lama,
membongkar/pasang komponen berat (blok mesin, transmisi), mengangkat
peralatan, dan bekerja di lingkungan bersuhu hangat/panas.
- Estimasi Kebutuhan Kalori: 2.500 – 3.200 kkal/hari (tergantung postur dan
intensitas pekerjaan).
- Fokus Nutrisi:
- Karbohidrat Kompleks:
Nasi merah, kentang, roti gandum untuk daya tahan energi berdurasi
panjang.
- Protein: 1,2 - 1,6 gram/kg BB
untuk perbaikan jaringan otot yang meregang atau terbeban.
B. TPM (Teknik Pemesinan)
- Karakteristik Kerja:
Aktivitas fisik berat dan berulang (repetitive).
Mengoperasikan mesin bubut, milling, pemotongan bahan berbobot tinggi,
berdiri dalam durasi panjang, serta membutuhkan tingkat kewaspadaan fisik
dan mental tinggi.
- Estimasi Kebutuhan Kalori: 2.600 – 3.300 kkal/hari.
- Fokus Nutrisi:
- Asupan Energi Konsisten:
Menjaga gula darah stabil agar tidak memicu kelelahan mendadak yang
membahayakan keselamatan kerja (Safety/K3).
- Mikronutrien (Magnesium & Kalsium): Mengurangi risiko kram otot akibat beban kerja repetitif.
C. TKJ (Teknik Komputer
& Jaringan)
- Karakteristik Kerja:
Kombinasi aktivitas fisik ringan hingga sedang (duduk lama saat
pemrograman/routing, berdiri/memanjat saat penarikan kabel/antena outdoor)
serta kelelahan mental (mental fatigue).
- Estimasi Kebutuhan Kalori: 2.000 – 2.500 kkal/hari.
- Fokus Nutrisi:
- Lemak Sehat (Omega-3):
Mendukung fungsi kognitif dan fokus mental.
- Pengendalian Porsi:
Mencegah kelebihan kalori yang tidak terpakai menjadi lemak tubuh akibat
pola hidup terlalu banyak duduk (sedentary behavior).
4. MANAJEMEN HIDRASI &
ELEKTROLIT DI WORKSHOP/LAPANGAN
A. Dampak Dehidrasi Terhadap
Kinerja Teknisi
Dehidrasi terjadi ketika cairan tubuh yang keluar
(keringat, urin, pernapasan) melebihi cairan yang masuk.
Tingkat Dehidrasi % = ((Berat Awal - Berat Akhir) /Berat
Awal) x 100%
- Dehidrasi 1–2%: Penurunan fokus, koordinasi mata-tangan
memburuk, serta reaksi refleks melambat.
- Dehidrasi 3–5%: Kinerja fisik menurun
hingga 20 - 30%, kepala pusing, dan memicu kram otot.
B. Anjuran Konsumsi Cairan
- Dasar: Minimum 30 - 35 ml air per kg berat
badan setiap hari.
- Saat Bekerja di Area Bengkel/Panas:
- Minum
200–300 ml setiap 15–20 menit kerja aktif.
- Tambahkan elektrolit (seperti natrium dan kalium) jika berkeringat
secara berlebihan.
- Peringatan: Hindari konsumsi
minuman berkafein tinggi atau minuman kemasan tinggi gula secara
berlebihan untuk menggantikan air putih, karena dapat mempercepat
dehidrasi dan menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak stabil (sugar crash).
5. STUDI KASUS & LEMBAR
KERJA SISWA (LKS)
Studi Kasus: "Analisis
Kejadian Fatal di Bengkel Pemesinan"
Skenario: Budi, seorang teknisi TPM berusia 18 tahun (Berat: 65 kg, Tinggi: 170
cm), bekerja melembur menyiapkan komponen presisi dari pukul 08.00 hingga 16.00
tanpa sempat makan siang dan hanya minum 1 gelas air (200 ml). Pada pukul
15.30, Budi mengalami pusing ringan dan kehilangan konsentrasi saat
mengoperasikan mesin bubut, hingga tangannya tersenggol pahat bubut yang
berputar.
Tugas Diskusi Siswa:
- Hitung
perkiraan BMR Budi menggunakan rumus Mifflin-St Jeor.
- Identifikasi
dua faktor biologis/nutrisi utama yang menjadi penyebab penurunan fokus
Budi di tempat kerja.
- Buatlah
rencana jadwal makan dan minum yang ideal untuk Budi agar kejadian serupa
tidak terulang kembali.
