Materi mapel IPAS ke 3

 

Sumber Data Peta Energi Terbarukan di Kabupaten Bogor

  1. ESDM One Map (Kementerian ESDM)
    Platform ini menyediakan berbagai peta potensi energi terbarukan di seluruh Indonesia, termasuk:
    • Potensi Surya
    • Potensi Angin
    • Potensi Panas Bumi
    • Potensi Mikrohidro (PLTMH)
    • Potensi PLTS Terapung, PLTSA, dan lain-lain
      Peta-peta ini dapat ditampilkan secara geografis dan tentunya mencakup wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya
  2. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Bogor 2024–2044
    Melalui geoportal Kab Bogor, tersedia layer “Peta Sistem Jaringan Energi” yang menampilkan:
    • Lokasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro)
    • PLTP (Panas Bumi)
    • PLTS (Surya)
    • PLTA, PLTD, PLTG, dan gardu listrik eksisting atau perencanaan
      Ini berguna untuk melihat distribusi infrastruktur energi di daerah secara spasial
  3. Global Solar Atlas
    Sebagai alat dari World Bank, Atlas ini memberikan data potensi energi surya (radiasi matahari) pada tingkat lokasi mana pun. Bisa digunakan untuk estimasi potensi PLTS di Kabupaten Bogor dengan cukup akurat
  4. Kajian Akademis (ITS & ITB — MATEC Web Conf.)
    Menyediakan model spasial potensi energi hidro dan surya secara musiman pada skala provinsi. Meski tidak spesifik ke kabupaten, pendekatan ini bisa dipakai untuk analisis off-grid di wilayah Bogor
  5. Potensi Panas Bumi di Jawa Barat
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa potensi panas bumi mencapai sekitar 6.101 MW yang tersebar di 44 titik, termasuk beberapa yang berada di wilayah Kabupaten Bogor

Rekomendasi Langkah Selanjutnya

  • Akses ESDM One Map, pilih layer potensi terbarukan (surya, angin, panas bumi, mikrohidro) untuk melihat datanya secara interaktif.
  • Manfaatkan Geoportal Kabupaten Bogor dengan layer “Peta Sistem Jaringan Energi” untuk mendapatkan informasi spasial infrastruktur energi—baik eksisting maupun rencana.
  • Gunakan Global Solar Atlas jika ingin estimasi potensi surya dengan parameter teknis PV.
  • Untuk studi lebih komprehensif, Anda bisa merujuk ke model dari ITS/ITB untuk mempertimbangkan variasi musiman sulap dan hidro, serta mengintegrasikannya dalam desain sistem off-grid terdesentralisasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Mapel IPAS ke-2

Materi IPAS ke-1