BAHAN AJAR:
IDENTIFIKASI GANGGUAN KERJA DAN KELELAHAN KRONIS (FATIGUE)
Mata
Pelajaran: Projek IPAS
Fase /
Kelas: E / X (SMK)
Program
Keahlian: TKR (Teknik Kendaraan Ringan), TSM (Teknik Sepeda Motor), TPM (Teknik
Pemesinan), dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan)
A. Pengantar: Apa itu Kelelahan Kerja (Fatigue)?
Kelelahan
kerja (work-related fatigue) bukan sekadar rasa mengantuk biasa setelah
beraktivitas seharian. Dalam konteks K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja),
kelelahan adalah kondisi penurunan kesadaran, penurunan efisiensi fisik maupun
mental, serta berkurangnya kewaspadaan yang diakibatkan oleh beban kerja
berlebih, kurangnya waktu istirahat, ritme sirkadian (jam biologis) tubuh yang
terganggu, serta kondisi lingkungan kerja.
Bagi
peserta didik SMK yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Praktik Kerja
Lapangan (PKL) di industri, mengenali jenis dan risiko kelelahan kerja sangat
krusial guna menghindari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
B. Faktor
Penyebab Kelelahan di Lingkungan Kerja
1.
Faktor Fisik: Beban kerja otot yang statis atau dinamis, durasi berdiri yang
terlalu lama, getaran mesin, suhu ruangan yang panas/ekstrem, serta tingkat
kebisingan tinggi.
2.
Faktor Lingkungan/Sensorik: Paparan layar monitor berdurasi panjang, pencahayaan
bengkel/laboratorium yang kurang atau menyilaukan.
3.
Faktor Organisasi/Waktu: Sistem kerja lembur, durasi istirahat yang minim, dan tuntutan
penyelesaian target (deadline) yang ketat.
4.
Faktor Gaya Hidup: Pola tidur buruk (sleep deprivation), hidrasi kurang,
dan asupan gizi yang tidak seimbang.
C.
Kontekstualisasi Kelelahan dan Gangguan Kronis Berdasarkan Jurusan
Setiap program keahlian
memiliki karakteristik fisik dan lingkungan kerja yang unik, sehingga jenis
kelelahan dan potensi gangguan kronis yang dihadapi berbeda-beda:
1. Teknik
Kendaraan Ringan (TKR) & Teknik Sepeda Motor (TSM)
●
Karakteristik Pekerjaan: Berada di area bengkel otomotif, sering mengangkat komponen
berat (mesin, transmisi, ban), posisi membungkuk di bawah kolong kendaraan,
serta terpapar gas buang () dan bahan kimia (oli, bensin, thinner).
●
Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):
○
Kelelahan Fisik (Musculoskeletal): Nyeri otot punggung bawah (low
back pain) akibat posisi kerja statis saat memperbaiki sasis atau mesin
mobil/motor.
○
Kelelahan Kronis: Penurunan kapasitas paru-paru akibat akumulasi paparan gas
buang di ruang bengkel dengan sirkulasi buruk.
●
Gangguan Kesehatan Kronis: Gangguan pernapasan kronis (bronkitis akibat polusi), gangguan
muskuloskeletal permanen, dan keracunan logam berat/uap bahan kimia ringan.
2. Teknik
Pemesinan (TPM)
●
Karakteristik Pekerjaan: Berdiri dalam durasi sangat lama saat mengoperasikan mesin
bubut, frais (milling), atau CNC. Membutuhkan konsentrasi visual tinggi untuk
memastikan presisi ukuran benda kerja milimeter serta terpapar suara bising
mesin secara konstan.
●
Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):
○
Kelelahan Sensorik & Mental: Kelelahan mata dan mental
akibat menjaga fokus tinggi terhadap mata potong pahat dan ukuran benda kerja
dalam waktu lama.
○
Kelelahan Fisik: Pembengkakan kaki (edema) dan varises akibat berdiri
statis di lantai beton bengkel pemesinan.
●
Gangguan Kesehatan Kronis: Penurunan fungsi pendengaran akibat bising mesin bubut/CNC
tanpa pelindung telinga (earplug), serta nyeri sendi lutut dan
pergelangan kaki kronis.
3. Teknik
Komputer dan Jaringan (TKJ)
●
Karakteristik Pekerjaan: Duduk dalam jangka waktu lama di depan layar monitor (screen
time tinggi), merakit perangkat keras di ruang server yang dingin, serta
melakukan troubleshooting jaringan dengan posisi leher menunduk atau
mendongak.
●
Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):
○
Computer Vision Syndrome (CVS): Kelelahan mata akibat
paparan blue light (sinar biru) dari layar komputer/server secara
terus-menerus tanpa jeda.
○
Kelelahan Postur: Ketegangan otot leher, bahu, dan pergelangan tangan (Carpal
Tunnel Syndrome) akibat penggunaan tetikus dan papan tik (keyboard)
yang tidak ergonomis.
●
Gangguan Kesehatan Kronis: Obesitas dan gangguan metabolik akibat gaya hidup kurang gerak
(sedentary lifestyle), penurunan ketajaman penglihatan, serta nyeri
leher/punggung atas kronis.
D. Dampak
Kelelahan Kerja Terhadap Keselamatan & Produktivitas
●
Terhadap Keselamatan: Waktu reaksi (reaction time) melambat drastis. Teknisi
TKR/TSM salah mendiagnosis komponen; operator TPM salah memasukkan koordinat
sumbu mesin CNC; teknisi TKJ salah melakukan konfigurasi jaringan akibat kurang
fokus.
●
Terhadap Produktivitas: Penurunan akurasi kerja, peningkatan tingkat human error,
dan menurunnya motivasi belajar/bekerja.
E. Lembar
Aktivitas Peserta Didik (LKPD) Singkat
Diskusikan dalam kelompok
sesuai jurusan masing-masing:
1.
Observasi: Amati lingkungan praktik (bengkel/laboratorium) Anda saat ini.
Sebutkan 2 aktivitas fisik atau posisi kerja yang paling berpotensi memicu
kelelahan (fatigue)!
2.
Analisis: Mengapa posisi atau aktivitas tersebut dapat melelahkan otot
atau organ tubuh tertentu?
3.
Solusi Preventif: Rancang 1 bentuk pencegahan sederhana (misalnya penerapan
teknik micro-break atau peregangan otot spesifik) yang dapat diterapkan
di jurusan Anda sebelum memulai praktik!
“Utamakan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) demi produktivitas dan masa depan karier
profesional yang berkelanjutan.”
