Minggu, 04 Oktober 2026

IDENTIFIKASI GANGGUAN KERJA DAN KELELAHAN KRONIS (FATIGUE) (Materi ke 4)

 

BAHAN AJAR: IDENTIFIKASI GANGGUAN KERJA DAN KELELAHAN KRONIS (FATIGUE)

Mata Pelajaran: Projek IPAS

Fase / Kelas: E / X (SMK)

Program Keahlian: TKR (Teknik Kendaraan Ringan), TSM (Teknik Sepeda Motor), TPM (Teknik Pemesinan), dan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan)

A. Pengantar: Apa itu Kelelahan Kerja (Fatigue)?

Kelelahan kerja (work-related fatigue) bukan sekadar rasa mengantuk biasa setelah beraktivitas seharian. Dalam konteks K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), kelelahan adalah kondisi penurunan kesadaran, penurunan efisiensi fisik maupun mental, serta berkurangnya kewaspadaan yang diakibatkan oleh beban kerja berlebih, kurangnya waktu istirahat, ritme sirkadian (jam biologis) tubuh yang terganggu, serta kondisi lingkungan kerja.

Bagi peserta didik SMK yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri, mengenali jenis dan risiko kelelahan kerja sangat krusial guna menghindari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).

B. Faktor Penyebab Kelelahan di Lingkungan Kerja

1.     Faktor Fisik: Beban kerja otot yang statis atau dinamis, durasi berdiri yang terlalu lama, getaran mesin, suhu ruangan yang panas/ekstrem, serta tingkat kebisingan tinggi.

2.     Faktor Lingkungan/Sensorik: Paparan layar monitor berdurasi panjang, pencahayaan bengkel/laboratorium yang kurang atau menyilaukan.

3.     Faktor Organisasi/Waktu: Sistem kerja lembur, durasi istirahat yang minim, dan tuntutan penyelesaian target (deadline) yang ketat.

4.     Faktor Gaya Hidup: Pola tidur buruk (sleep deprivation), hidrasi kurang, dan asupan gizi yang tidak seimbang.

C. Kontekstualisasi Kelelahan dan Gangguan Kronis Berdasarkan Jurusan

Setiap program keahlian memiliki karakteristik fisik dan lingkungan kerja yang unik, sehingga jenis kelelahan dan potensi gangguan kronis yang dihadapi berbeda-beda:

1. Teknik Kendaraan Ringan (TKR) & Teknik Sepeda Motor (TSM)

●      Karakteristik Pekerjaan: Berada di area bengkel otomotif, sering mengangkat komponen berat (mesin, transmisi, ban), posisi membungkuk di bawah kolong kendaraan, serta terpapar gas buang () dan bahan kimia (oli, bensin, thinner).

●      Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):

○      Kelelahan Fisik (Musculoskeletal): Nyeri otot punggung bawah (low back pain) akibat posisi kerja statis saat memperbaiki sasis atau mesin mobil/motor.

○      Kelelahan Kronis: Penurunan kapasitas paru-paru akibat akumulasi paparan gas buang di ruang bengkel dengan sirkulasi buruk.

●      Gangguan Kesehatan Kronis: Gangguan pernapasan kronis (bronkitis akibat polusi), gangguan muskuloskeletal permanen, dan keracunan logam berat/uap bahan kimia ringan.

2. Teknik Pemesinan (TPM)

●      Karakteristik Pekerjaan: Berdiri dalam durasi sangat lama saat mengoperasikan mesin bubut, frais (milling), atau CNC. Membutuhkan konsentrasi visual tinggi untuk memastikan presisi ukuran benda kerja milimeter serta terpapar suara bising mesin secara konstan.

●      Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):

○      Kelelahan Sensorik & Mental: Kelelahan mata dan mental akibat menjaga fokus tinggi terhadap mata potong pahat dan ukuran benda kerja dalam waktu lama.

○      Kelelahan Fisik: Pembengkakan kaki (edema) dan varises akibat berdiri statis di lantai beton bengkel pemesinan.

●      Gangguan Kesehatan Kronis: Penurunan fungsi pendengaran akibat bising mesin bubut/CNC tanpa pelindung telinga (earplug), serta nyeri sendi lutut dan pergelangan kaki kronis.

3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)

●      Karakteristik Pekerjaan: Duduk dalam jangka waktu lama di depan layar monitor (screen time tinggi), merakit perangkat keras di ruang server yang dingin, serta melakukan troubleshooting jaringan dengan posisi leher menunduk atau mendongak.

●      Identifikasi Risiko Kelelahan (Fatigue):

○      Computer Vision Syndrome (CVS): Kelelahan mata akibat paparan blue light (sinar biru) dari layar komputer/server secara terus-menerus tanpa jeda.

○      Kelelahan Postur: Ketegangan otot leher, bahu, dan pergelangan tangan (Carpal Tunnel Syndrome) akibat penggunaan tetikus dan papan tik (keyboard) yang tidak ergonomis.

●      Gangguan Kesehatan Kronis: Obesitas dan gangguan metabolik akibat gaya hidup kurang gerak (sedentary lifestyle), penurunan ketajaman penglihatan, serta nyeri leher/punggung atas kronis.

D. Dampak Kelelahan Kerja Terhadap Keselamatan & Produktivitas

●      Terhadap Keselamatan: Waktu reaksi (reaction time) melambat drastis. Teknisi TKR/TSM salah mendiagnosis komponen; operator TPM salah memasukkan koordinat sumbu mesin CNC; teknisi TKJ salah melakukan konfigurasi jaringan akibat kurang fokus.

●      Terhadap Produktivitas: Penurunan akurasi kerja, peningkatan tingkat human error, dan menurunnya motivasi belajar/bekerja.

E. Lembar Aktivitas Peserta Didik (LKPD) Singkat

Diskusikan dalam kelompok sesuai jurusan masing-masing:

1.     Observasi: Amati lingkungan praktik (bengkel/laboratorium) Anda saat ini. Sebutkan 2 aktivitas fisik atau posisi kerja yang paling berpotensi memicu kelelahan (fatigue)!

2.     Analisis: Mengapa posisi atau aktivitas tersebut dapat melelahkan otot atau organ tubuh tertentu?

3.     Solusi Preventif: Rancang 1 bentuk pencegahan sederhana (misalnya penerapan teknik micro-break atau peregangan otot spesifik) yang dapat diterapkan di jurusan Anda sebelum memulai praktik!

“Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) demi produktivitas dan masa depan karier profesional yang berkelanjutan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IDENTIFIKASI GANGGUAN KERJA DAN KELELAHAN KRONIS (FATIGUE) (Materi ke 4)

  BAHAN AJAR: IDENTIFIKASI GANGGUAN KERJA DAN KELELAHAN KRONIS ( FATIGUE ) Mata Pelajaran: Projek IPAS Fase / Kelas: E / X (SMK) Pro...