BAHAN AJAR: PEMETAAN RISIKO
SPESIFIK KOMPETENSI KEAHLIAN & KAITANNYA DENGAN GIZI
Mata Pelajaran:
Proyek IPAS
Target Peserta Didik:
Kelas X SMK (TKR/TSM, TPM, TKJ)
Tujuan Pembelajaran:
1.
Menganalisis potensi
bahaya/risiko kesehatan spesifik pada masing-masing program keahlian (TKR/TSM,
TPM, dan TKJ).
2.
Memahami mekanisme
dampak paparan fisik/kimia/ergonomi terhadap fungsi organ dan sistem tubuh.
3.
Menentukan strategi
intervensi gizi dan gaya hidup sehat untuk meminimalisasi risiko kerja.
1. PEMETAAN RISIKO SPESIFIK
BERDASARKAN JURUSAN
Setiap jurusan teknik memiliki tantangan lingkungan kerja
serta paparan bahaya fisik, kimia, maupun ergonomi yang berbeda. Berikut adalah
pemetaan bahaya spesifik dan mekanismenya terhadap tubuh:
|
Program Keahlian &
Bahaya Utama |
Mekanisme Paparan |
Dampak Kesehatan &
Organ Terpengaruh |
|
TKR / TSM • Gas Emisi ( • Pelarut Kimia
(Bensin/Thinner) |
• Inhalasi gas beracun • Pembentukan radikal
bebas berlebih dalam sel |
• Hipoksia jaringan akibat
ikatan • Gangguan fungsi paru
kronis • Stres oksidatif seluler |
|
TPM • Cairan Pendingin (Coolant) • Radiasi Uap Mesin &
Gram Logam |
• Kontak dermal (kulit) • Inhalasi aerosol/uap coolant • Akumulasi aditif
sintetis & logam |
• Dermatitis kontak &
iritasi kulit • Peningkatan beban kerja
organ filtrasi (hati dan ginjal) |
|
TKJ • Perilaku Sedentari
(Duduk Lama) • Paparan Layar Monitor |
• Penurunan aktivitas otot
rangka besar • Laju metabolisme
melambat • Postur statis/tidak
ergonomis |
• Penurunan sensitivitas
insulin • Repetitive Strain
Injury (RSI) & nyeri muskuloskeletal • Risiko sindrom metabolik
& obesitas• Repetitive Strain Injury (RSI) & penumpukan asam
laktat (pegal/kelelahan otot) • Risiko sindrom metabolik
& obesitas'" type="suggestion"> |
2. ANALISIS DETIL RISIKO
& SOLUSI INTERVENSI GIZI
A. Teknik Kendaraan Ringan /
Sepeda Motor (TKR / TSM)
●
Risiko Bahaya:
Gas Karbon Monoksida () memiliki afinitas pengikatan terhadap
hemoglobin jauh lebih tinggi dibandingkan oksigen, sehingga menurunkan
kapasitas pembawaan oksigen tubuh. Gas Hydrocarbon (
) dan Nitrogen Oksida (
) dari emisi knalpot memicu
terbentuknya molekul radikal bebas yang merusak membran sel paru-paru.
●
Gejala Fisik: Pusing, mual, cepat lelah, hingga penurunan fungsi paru
jangka panjang.
●
Strategi &
Solusi Gizi:
○
Tingkatkan
Antioksidan: Konsumsi makanan tinggi
Vitamin C (jeruk, jambu biji, kiwi) dan Vitamin E (kacang-kacangan, biji bunga
matahari) untuk menetralkan stres oksidatif akibat hirupan zat toksik.
○
Asupan Zat Besi (): Konsumsi daging merah tanpa
lemak, bayam, dan hati ayam untuk mendukung sintesis hemoglobin baru dalam
optimalisasi distribusi oksigen.
○
Hidrasi Optimal: Minum air putih minimal per hari guna menunjang mekanisme pembersihan
alami (mucociliary clearance) pada saluran pernapasan.
B. Teknik Pemesinan (TPM)
●
Risiko Bahaya:
Coolant (cairan pendingin mesin bubut/milling) mengandung senyawa kimia
sintetis, biosida, dan sisa racikan mikro-logam. Kontak kulit berulang memicu
rusaknya lapisan lipid kulit, sementarauap/aerosol coolant yang terhirup
harus disaring secara terus-menerus oleh hati dan ginjal.
●
Gejala Fisik: Kulit pecah-pecah, gatal/ruam (dermatitis), serta
peningkatan beban deoksifikasi organ dalam.
●
Strategi &
Solusi Gizi:
○
Mikronutrien
Penguat Kulit (Seng / ): Ditemukan pada telur,
biji-bijian, dan kacang tanah untuk merangsang sintesis protein dan regenerasi
sel jaringan kulit yang rusak.
○
Dukungan Organ
Detoksifikasi (Glutation & Antioksidan):
Konsumsi makanan penyokong produksi glutation tubuh seperti alpukat, brokoli,
asparagus, dan bawang putih untuk meringankan kerja hati dan ginjal.
○
Keseimbangan
Fluiditas: Kecukupan intake air putih
mutlak diperlukan untuk membantu fungsi pembuangan sisa metabolisme dan racun
melalui ginjal.
C. Teknik Komputer &
Jaringan (TKJ)
●
Risiko Bahaya:
Posisi duduk statis berjam-jam di depan
monitor mematikan aktivitas enzim lipase lipoprotein pada otot kaki, menekan
laju pembakaran kalori harian, serta mengurangi respon sensitivitas sel
terhadap insulin. Postur yang buruk juga menekan struktur tulang belakang.
●
Gejala Fisik: Pegal leher/pinggang (repetitive strain injury),
penurunan daya fokus, penumpukan lemak viseral, dan risiko obesitas
kardiovaskular.
●
Strategi &
Solusi Gizi:
○
Karbohidrat
Kompleks Ber-GI Rendah: Prioritaskan
nasi merah, ubi, atau oatmeal agar suplai glukosa darah stabil tanpa memicu
konversi kelebihan gula menjadi lemak tubuh saat aktivitas fisik rendah.
○
Asupan Protein
Berkualitas: Telur, tahu, tempe, dan
dada ayam menjaga agar massa otot tidak mengalami atrofi/penyusutan (sarcopenia)
akibat minim gerakan fisik.
○
Asam Lemak
Omega-3: Konsumsi ikan kembung, sarden,
atau kacang kenari untuk membantu menekan respons inflamasi pada sendi/otot
sekaligus mendukung fungsi kognitif otak.
○
Kalsium &
Vitamin D: Susu, produk olahannya, dan
paparan sinar matahari pagi untuk menjaga kepadatan tulang meski beraktivitas indoor.
3. RANGKUMAN PANDUAN POLA
HIDUP SEHAT DI TEMPAT KERJA
1.
Penggunaan APD
yang Tepat:
○
Masker respirasi di
bengkel otomotif (TKR/TSM).
○
Sarung tangan apron
berbahan khusus tahan kimia di bengkel pemesinan (TPM).
○
Kacamata anti-glare
/ kacamata radiasi serta penataan posisi kerja ergonomis di lab komputer (TKJ).
2.
Aturan 20-20-20
& Stretching (Khusus TKJ):
○
Setiap duduk, alihkan pandangan sejauh
(
) selama
, diselingi dengan gerakan peregangan
otot lengan, leher, dan punggung.
3.
Prinsip Piring
Sehat:
○
Anjuran porsi
harian: piring berisi sayur & buah (kaya
antioksidan & serat),
piring karbohidrat kompleks, dan
piring protein nirdaging/rendah lemak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar