Minggu, 11 Januari 2026

Nutrisi sebagai "Bahan Bakar" Performa Industri (Mapel IPAS materi ke 1 Semester Genap)

 

Bahan Ajar: Nutrisi sebagai "Bahan Bakar" Performa Industri

Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Kejuruan / K3LH

Target: Siswa SMK (TKJ, TKR, TSM, TPM)

Tujuan Pembelajaran:

1. Menjelaskan pengetahuan ilmiah tentang nutrisi sebagai "bahan bakar" tubuh.

2. Memprediksi penurunan performa kerja akibat malnutrisi di lingkungan industri.

3. Mengaitkan pola makan dengan ketelitian (TKJ) and kekuatan fisik (Otomotif/Mesin).

1. Concept Ilmiah: Nutrisi adalah Bahan Bakar (Fuel)

Sama seperti mesin motor yang membutuhkan bensin atau server yang membutuhkan listrik, tubuh manusia membutuhkan energi kimia dari makanan.

Proses ini disebut Metabolisme. Secara lebih detail, nutrisi (karbohidrat, lemak, protein) yang kita makan akan dicerna oleh sistem pencernaan menjadi molekul sederhana:

  • Karbohidrat menjadi Glukosa (Gula darah).
  • Lemak menjadi Asam Lemak.
  • Protein menjadi Asam Amino.

Molekul-molekul ini masuk ke dalam sel dan diproses oleh organel bernama Mitokondria (sering disebut sebagai "pembangkit listrik" sel). Melalui proses yang disebut Respirasi Sel, glukosa bereaksi dengan oksigen (dari hasil kita bernapas) untuk menghasilkan ATP (Adenosine Triphosphate).

ATP adalah unit energi yang siap pakai. Ibarat baterai yang sudah terisi penuh, ATP memberikan daya seketika agar otot bisa berkontraksi saat mengangkat kunci pas dan saraf otak bisa mengirimkan sinyal listrik agar kita tetap fokus saat melakukan pemrograman atau pemesinan. Jika produksi ATP terhambat (karena kurang makan atau kurang oksigen), tubuh akan mengalami "drop" atau kelelahan total.

Panduan Komposisi "Isi Piringku" untuk Pekerja Industri

Untuk performa optimal, pembagian porsi dalam satu piring makan harus mengikuti kaidah gizi seimbang (Isi Piringku) yang disesuaikan dengan beban kerja industri. Berikut adalah analoginya dengan komponen sepeda motor:

  • Makanan Pokok / Karbohidrat (1/3 dari Piring):
    • Analogi: Bensin (Fuel). Merupakan sumber energi utama agar mesin bisa menyala dan bergerak.
      • Detail Analogi: * Karbohidrat Sederhana (Gula/Tepung putih): Ibarat bensin oktan rendah atau bensin oplosan. Memberikan tarikan gas spontan (energi cepat) tapi mesin cepat panas dan mudah mati (sugar crash).
        • Karbohidrat Kompleks (Nasi merah/Ubi/Gandum): Ibarat bensin oktan tinggi (Pertamax Turbo). Pembakarannya stabil, mesin lebih awet, dan memberikan tenaga yang konsisten untuk kerja lembur yang lama.
    • Fungsi di Tubuh: * Sumber Energi Utama: Diubah menjadi glukosa untuk menggerakkan otot.
      • Bahan Bakar Otak: Otak sangat bergantung pada glukosa; kekurangan karbohidrat menyebabkan sulit fokus.
      • Penghemat Protein: Memastikan tubuh tidak merusak jaringan otot untuk dijadikan energi.
    • Contoh: Nasi, jagung, kentang, singkong, gandum/roti, dan umbi-umbian.
  • Sayuran (1/3 dari Piring):
    • Analogi: Cairan Pendingin (Coolant) & Sistem Kelistrikan. Menjaga agar mesin tidak overheat (panas berlebih) dan memastikan semua sensor bekerja lancar.
    • Fungsi di Tubuh:
      • Regulator Metabolisme: Vitamin dan mineral di dalamnya bertindak sebagai "saklar" yang menjalankan ribuan reaksi kimia tubuh.
      • Antioksidan: Melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas (polusi/asap di bengkel).
      • Kesehatan Pencernaan (Serat): Serat bekerja seperti "sapu otomatis" yang membersihkan usus dan mencegah penumpukan racun (toksin) yang menyebabkan tubuh terasa cepat lelah.
    • Contoh: Bayam, broccoli, kangkung, wortel, and buncis.
  • Lauk Pauk / Protein (1/6 dari Piring):
    • Analogi: Suku Cadang (Spare Parts). Digunakan untuk mengganti komponen yang aus atau rusak setelah digunakan bekerja keras.
    • Fungsi di Tubuh:
      • Pembangun & Perbaikan Jaringan: Protein adalah bahan dasar pembentuk otot, kulit, dan organ. Ini sangat penting untuk memperbaiki jaringan otot yang "sobek" kecil (mikro) setelah bekerja fisik seharian.
      • Pembentuk Enzim & Hormon: Mengatur fungsi organ tubuh agar tetap sinkron.
      • Sistem Kekebalan Tubuh: Membentuk antibodi untuk melawan infeksi.
    • Contoh: daging sapi, ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan susu (sebagai sumber protein cair dan kalsium).
  • Buah-buahan (1/6 dari Piring):
    • Analogi: Cairan Pembersih & Aditif. Menjaga komponen internal tetap bersih dari kotoran (racun/radikal bebas) dan mencegah korosi (penyakit).
    • Fungsi di Tubuh:
      • Sumber Vitamin & Mineral Mikro: Menyediakan nutrisi esensial untuk menjaga fungsi saraf dan otot.
      • Sistem Pertahanan Sel: Kandungan vitamin C dan E membantu mempercepat pemulihan sel yang stres akibat kelelahan kerja.
      • Keseimbangan Cairan & Elektrolit: Membantu menjaga keseimbangan ion dalam tubuh, mencegah otot kaku atau kram.
    • Contoh: Pisang, pepaya, jeruk, and semangka.
  • Lemak Sehat (Porsi Kecil/Tambahan):
    • Analogi: Gemuk/Grease (Pelumas Sendi). Berfungsi sebagai cadangan energi jangka panjang dan pelindung organ dalam.
    • Fungsi di Tubuh:
      • Cadangan Energi Jangka Panjang: Sumber energi paling padat (9 kkal/gram).
      • Penyerapan Vitamin (A, D, E, K): Tanpa lemak, tubuh akan kekurangan vitamin meski sudah makan sayur.
      • Pelindung Organ & Isolator Suhu: Menjaga organ vital dari guncangan serta menjaga suhu tubuh tetap stabil.
      • Struktur Sel & Hormon: Membentuk dinding sel dan memproduksi hormon pengatur stres.
    • Contoh: Alpukat, kacang-kacangan, ikan berminyak (kembung, tuna, salmon), dan minyak zaitun.
  • Air Putih:
    • Analogi: Oli Mesin (Lubricant). Tanpa oli, gesekan antar komponen akan menyebabkan kerusakan fatal. Minimal 8 gelas atau 2 liter sehari.
    • Peringatan: Hindari minum air dalam jumlah ekstrem secara mendadak karena risiko Hiponatremia.
  • Batasi GGL (Gula, Garam, Lemak): Konsumsi berlebih harus dihindari karena:
    • Gula berlebih: Takaran maksimal adalah 50 gram atau 4 sendok makan per hari. Konsumsi berlebih menyebabkan sugar crash (lonjakan energi yang diikuti rasa lelah/mengantuk drastis). Jangka panjang: Diabetes Melitus.
    • Garam berlebih: Takaran maksimal adalah 2000 mg natrium atau setara 1 sendok teh garam (5 gram) per hari. Kelebihan garam mengikat air dalam pembuluh darah yang meningkatkan tekanan kerja jantung, menyebabkan Hipertensi (Darah Tinggi).
    • Lemak berlebih: Takaran maksimal adalah 67 gram atau setara 5 sendok makan minyak per hari. Batasi terutama asupan Lemak Jenuh.
      • Sumber: Berasal dari minyak goreng yang dipakai berulang, lemak pada daging merah, kulit ayam, mentega, santan kental, serta camilan olahan seperti biskuit, wafer, dan kue kering yang menggunakan lemak nabati/margarin.
      • Mekanisme Bahaya: Lemak jenuh memicu hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau "kolesterol jahat". LDL yang berlebih akan menempel pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak (Aterosklerosis).
      • Dampak Industri: Pembuluh darah yang menyempit membuat aliran oksigen ke otot dan otak melambat. Pekerja menjadi cepat lelah, sesak napas saat mengangkat beban, dan konsentrasi menurun drastis.
      • Risiko Jangka Panjang: Jantung Koroner, Stroke, dan Obesitas yang menghambat kelincahan mobilitas pekerja di bengkel atau lapangan.

    •      


2. Analisis Malnutrisi and Penurunan Performa Industri

Malnutrisi bukan hanya soal kurang makan, tapi juga salah makan (kebanyakan gula atau kurang protein). Di dunia industri, kondisi ini bisa diprediksi akan menimbulkan masalah berikut:

Tabel Prediksi Fenomena Malnutrisi di Industri

Kondisi Malnutrisi

Prediksi Gejala

Dampak di Lingkungan Kerja

Kurang Karbohidrat

Hypoglycemia (Gula darah rendah)

Pusing, gemetar, dan pingsan saat mengoperasikan mesin.

Kurang Protein

Atrofi otot ringan

Cepat lelah saat mengangkat komponen berat, pemulihan luka lama.

Dehidrasi (Kurang Air)

Penurunan volume darah

Konsentrasi hilang, respon lambat terhadap bahaya (Kecelakaan Kerja).

Kelebihan Gula

Sugar Crash

Mengantuk berat 1-2 jam setelah makan siang.

3. Aplikasi Berdasarkan Jurusan

Setiap profesi membutuhkan spesifikasi "bahan bakar" yang berbeda agar mencapai performa maksimal.

A. Untuk Teknik Komputer & Jaringan (TKJ): Fokus Ketelitian

Pekerjaan TKJ melibatkan konfigurasi jaringan, coding, dan perakitan komponen mikro. Musuh utama TKJ adalah Fatigue Mental (Kelelahan Otak).

  • Kaitan Pola Makan: Otak mengonsumsi 20% total energi tubuh.

Nutrisi Ketelitian:

1.    Asam Lemak Omega-3: Mempercepat transmisi sinyal di otak (ibarat bandwidth tinggi). Contoh: Ikan laut (salmon, kembung, sarden), kacang kenari (walnuts), biji chia, dan minyak zaitun.

  1. Antioksidan (Buah/Sayur): Meningkatkan fokus visual dan mencegah kelelahan mata akibat radiasi monitor.
  2. Flavonoid & Kafein Alami: Meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat jangka pendek saat melakukan troubleshooting jaringan yang kompleks. Contoh: Dark chocolate (cokelat hitam), teh hijau, dan beri-berian (blueberries/strawberries).
  3. Vitamin B Kompleks: Mendukung fungsi neurotransmiter agar otak tidak cepat lelah saat melakukan coding. Contoh: Biji-bijian utuh dan telur.
  • Dampak Buruk: Jika teknisi TKJ kurang nutrisi, ia akan melakukan Human Error seperti salah memasang urutan kabel UTP atau salah konfigurasi firewall.

B. Untuk TKR, TSM, & TPM: Fokus Kekuatan Fisik

Pekerjaan di bengkel otomotif atau mesin membutuhkan tenaga untuk memutar kunci torsi, mengangkat blok silinder, atau berdiri berjam-jam di depan mesin bubut.

  • Kaitan Pola Makan: Otot membutuhkan pasokan oksigen dan protein yang stabil.

Nutrisi Kekuatan:

  • Protein Tinggi: Untuk kekuatan kontraksi otot (ibarat torsi mesin). Contoh: Daging sapi tanpa lemak, dada ayam, ikan laut, telur rebus, serta protein nabati padat seperti tempe dan tahu.
  • Zat Besi: Memastikan oksigen sampai ke otot agar tidak kram saat bekerja berat. Contoh: Bayam, hati ayam/sapi, daging merah, kerang, dan kacang-kacangan (seperti kacang kedelai).
  • Dampak Buruk: Mekanik yang malnutrisi akan memiliki genggaman tangan yang lemah (weak grip), menyebabkan baut tidak kencang (berbahaya bagi konsumen) atau menjatuhkan alat berat ke kaki.

Cara menghitung BBI (Berat Badan Ideal)

Biasanya, BBI dihitung dengan rumus Broca:

  • Wanita: (Tinggi Badan - 100) - (15% x (Tinggi Badan - 100))
  • Pria: (Tinggi Badan - 100) - (10% x (Tinggi Badan - 100))

Contoh : Berat badan ideal untuk tinggi badan 179 cm, berikut adalah perhitungannya:

1. Untuk Pria

Rumus: $(Tinggi Badan - 100) - (10\% \times (Tinggi Badan - 100))

  • Langkah 1: 179 - 100 = 79
  • Langkah 2: 10% x 79 = 7,9
  • Hasil: 79 - 7,9 =71,1 kg

2. Untuk Wanita

Rumus: $(Tinggi Badan - 100) - (15\% \times (Tinggi Badan - 100))$

  • Langkah 1: 179 - 100 = 79
  • Langkah 2: 15% x 79 = 11,85
  • Hasil: 79 - 11,85 = 67,15 kg

Cara menghitung kebutuhan kalori basal (KKB)

Kebutuhan kalori basal adalah jumlah kalori dasar yang dibutuhkan untuk hidup tanpa melakukan aktivitas apa pun. Jumlah kebutuhan kalori basal pada wanita dan pria memiliki perbedaan, dipengaruhi oleh perbedaan postur keduanya.

Berikut ini cara menghitung kebutuhan kalori basal pada wanita dan pria:

KKB untuk wanita = 25 kkal × BBI
= 25 kkal × 58,5
= 1462,5 kkal

KKB untuk pria = 30 kkal × BBI
= 30 kkal × 58,5
= 1755 kkal

Menghitung kebutuhan kalori total (KKT)

Kebutuhan kalori total adalah jumlah kebutuhan kalori tubuh dengan jumlah kalori saat melakukan aktivitas fisik. Ada tiga jenis aktivitas fisik, yakni :

  • Aktivitas ringan: membaca (10%), menyetir mobil (10%), kerja kantoran (10%), mengajar (20%), berjalan (20%).
  • Aktivitas sedang: melakukan pekerjaan rumah tangga (20%), jalan cepat (30%), bersepeda (30%).
  • Aktivitas berat: aerobik (40%), mendaki (40%), dan jogging (40%)

Faktor koreksi (usia):

  • 40-59 tahun koreksi 5%
  • 60-69 tahun koreksi 10%
  • >70 tahun koreksi 20%

Ambil contoh, kebutuhan kalori total pada seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun adalah:

KKT = KKB + Aktivitas Fisik - Faktor Koreksi
KKT = 1462,5 + (20% × 1462,5) - (5% × 1462,5)
KKT = 1462,5 + 292,5 - 73,125
KKT = 1462,5 + 292,5 - 73,125
KKT = 1755 - 73,125
KKT = 1681,875 kkal

Tugas Mandiri (berkelompok 4 orang) : Analisis Studi Kasus Sesuai Keahlian

Pilihlah satu studi kasus di bawah ini sesuai dengan program keahlian Anda:

1. Program Keahlian TKJ (Teknik Komputer & Jaringan)

Kasus: Seorang teknisi jaringan sedang melakukan konfigurasi server di ruang data yang dingin selama 5 jam. Ia hanya mengonsumsi mi instan (tinggi karbohidrat sederhana) dan kopi instan dalam jumlah banyak tanpa sayuran.

  • Analisis: Mengapa teknisi tersebut tiba-tiba sering melakukan kesalahan pengetikan perintah IP Address (typo) pada jam ke-4?
  • Solusi: Rancang menu makanan yang dapat meningkatkan ketajaman fokus mental teknisi tersebut!

2. Program Keahlian TKR / TSM (Teknik Otomotif)

Kasus: Seorang mekanik sedang mengerjakan "turun mesin" sebuah bus. Ia melewatkan sarapan dan hanya minum minuman berenergi. Pada siang hari, tangannya mulai gemetar (tremor) saat harus mengencangkan baut kepala silinder menggunakan kunci momen.

  • Analisis: Prediksikan risiko keselamatan yang terjadi jika mekanik tersebut memaksakan diri bekerja tanpa asupan protein dan karbohidrat kompleks!
  • Solusi: Berikan rekomendasi pola makan agar stamina mekanik tetap stabil hingga sore hari!

3. Program Keahlian TPM (Teknik Pemesinan)

Kasus: Seorang operator mesin bubut bekerja di lingkungan panas dan bising. Ia jarang minum air putih dan jarang makan sayur (rendah mikronutrisi). Setelah bekerja 3 jam, ia mulai merasa pusing dan respon motoriknya melambat saat harus menarik tuas penghenti mesin.

  • Analisis: Jelaskan hubungan antara dehidrasi dan mikronutrisi terhadap kecepatan respon motorik operator tersebut dalam mencegah kecelakaan kerja!
  • Solusi: Susun piring makan ideal untuk operator mesin agar fungsi saraf dan ototnya tetap sinkron!

Kesimpulan:

Nutrisi yang tepat adalah investasi keselamatan kerja. Pekerja yang ternutrisi dengan baik adalah pekerja yang aman dan produktif.

 

Kamis, 13 November 2025

Sketsa Proyek IPAS Energi Terbarukan

 Ass Wr Wb.

Semoga Semua dalam kondisi Sehat. Untuk Kegiatan dari hari ini, Silahkan salin dan isi lembar kerja berikut : 

LKPD: Penerapan Energi Terbarukan di Lingkungan Sekolah

Mata Pelajaran

Kelas/Jenjang

Alokasi Waktu

Proyek IPAS (Energi Ramah Lingkungan)

.SMK

90 Menit

Nama dan Kelas : ………………………………………

A. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menerapkan dan merancang pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekolah

B. Petunjuk Pengerjaan

  1. Fokuskan seluruh pengamatan pada area sekolah Anda.
  2. Lakukan diskusi dan pengisian LKPD secara cermat dan terstruktur.

C. Merancang Skema Aksi Pemanfaatan Energi terbarukan di lingkungan sekolah

Buatlah salah satu skema aksi pemanfaatan energi terbarukan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah untuk tiga titik lokasi yaitu tempat parkir, atap gedung dan sungai / parit sekitar sekolah (pilih salah satu lokasinya)

A. Pilihan Solusi

Energi Terbarukan Terpilih:                            Energi yang dihasilkan :

………………………………….                         ……………………………………….

 

B. Desain Penerapan (Skema Aksi)

1. Konsep Desain/Alat: Jelaskan secara ringkas bagaimana sistem ini akan bekerja.

..........................................................................................................................................

2. Lokasi Pemasangan: Di mana alat/sistem ini akan dipasang di lingkungan sekolah ?

...........................................................................................................................................

3. Perkiraan Alat Utama: Sebutkan 2-3 komponen utama yang dibutuhkan.

..........................................................................................................................................

4. Manfaat Lingkungan: Apa dampak positif solusi ini bagi lingkungan sekolah ?

.........................................................................................................................................

5. Manfaat Ekonomi: Bagaimana solusi ini dapat menghemat biaya operasional sekolah ?

..........................................................................................................................................

Kemudian Foto dan Upload di link Kumpulkan Tugas. Tugas ditunggu sampai jam 15.00. 
Tugas sebagai absensi kehadiran. Terima Kasih Selamat Mengerjakan.

Rabu, 12 November 2025

Saklar dan jenisnya

Saklar (Switch): Pengertian dan Fungsi

Pengertian Dasar

Saklar (Switch) adalah komponen elektronik atau listrik yang berfungsi untuk menghubungkan (ON) atau memutuskan (OFF) aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Secara fisik, saklar merupakan jembatan konduktif yang dapat dibuka atau ditutup secara mekanis untuk mengendalikan aliran daya ke suatu beban (seperti lampu, motor, atau komponen digital).

Fungsi Utama Saklar

  1. Pengendalian Arus: Mengizinkan atau menghentikan arus listrik mengalir dari sumber daya (misalnya baterai atau power supply) ke beban.

  2. Pemilihan Rute: Pada saklar yang lebih kompleks, saklar dapat mengarahkan arus ke salah satu dari beberapa jalur keluaran yang berbeda.

  3. Kendali Manusia: Menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk mengendalikan perangkat elektronik atau listrik secara manual (misalnya tombol daya, saklar lampu).


Klasifikasi Utama Saklar

Saklar diklasifikasikan berdasarkan konfigurasi internal yang menentukan berapa banyak sirkuit yang dapat dikendalikan dan berapa banyak posisi yang tersedia. Klasifikasi ini diwakili oleh singkatan standar:

1. Poles (P: Kutub)

Menunjukkan jumlah sirkuit independen yang dikendalikan secara simultan oleh saklar.

  • Single Pole (SP): Mengontrol hanya satu sirkuit.

  • Double Pole (DP): Mengontrol dua sirkuit secara bersamaan.

2. Throws (T: Arah Hubungan)

Menunjukkan berapa banyak posisi keluaran yang tersedia untuk setiap kutub.

  • Single Throw (ST): Hanya memiliki satu posisi ON (seperti saklar ON/OFF sederhana).

  • Double Throw (DT): Memiliki dua posisi ON, mengalihkan arus antara dua jalur keluaran (misalnya jalur 1 atau jalur 2).

  • Multiple Throw (MT): Memiliki lebih dari dua posisi ON (misalnya saklar pemilih 4 posisi).

3. Kombinasi Singkatan Umum

KodeKepanjanganDeskripsiSimbol (Contoh)
SPSTSingle Pole Single ThrowSaklar ON/OFF dasar. Hanya menghubungkan atau memutuskan satu sirkuit.
SPDTSingle Pole Double ThrowSaklar pengalih. Mengalihkan arus dari satu masukan ke salah satu dari dua keluaran.

🔄 Jenis-Jenis Saklar Berdasarkan Mekanisme Kerja

Meskipun klasifikasi P dan T menjelaskan konfigurasi terminal, mekanisme fisik saklar bervariasi:

1. Saklar Mekanis (Mechanical Switches)

Dioperasikan secara fisik oleh pengguna.

  • Toggle Switch (Saklar Tuas): Menggunakan tuas kecil yang diengkol untuk beralih posisi.

  • Rocker Switch (Saklar Jungkat): Menggunakan tombol yang berayun atau berjungkat seperti jungkat-jungkit. Sering digunakan sebagai saklar daya utama.

  • Push Button Switch (Saklar Tekan): Diaktifkan dengan menekan tombol.

    • Momentary: Kontak hanya terhubung selama tombol ditekan (misalnya klakson).

    • Latching: Kontak tetap terhubung setelah tombol dilepas hingga ditekan kembali (misalnya tombol power).

  • Rotary Switch (Saklar Putar): Memiliki kenop yang dapat diputar ke berbagai posisi, sering digunakan untuk memilih mode atau kecepatan (misalnya kecepatan kipas angin).

  • DIP Switch (Dual In-line Package): Sekelompok saklar kecil yang digunakan pada papan sirkuit untuk mengkonfigurasi pengaturan perangkat keras.

2. Saklar Otomatis (Automatic Switches)

Diaktifkan oleh perubahan kondisi lingkungan atau rangkaian.

  • Limit Switch (Saklar Batas): Diaktifkan oleh kontak fisik ketika suatu objek mencapai batas posisi tertentu (misalnya saklar pintu kulkas).

  • Proximity Switch: Mendeteksi keberadaan objek tanpa kontak fisik (misalnya sensor parkir).

  • Pressure Switch: Diaktifkan oleh tekanan cairan atau gas (misalnya pada kompresor atau sistem hidrolik).

  • Temperature Switch (Thermostat): Diaktifkan oleh perubahan suhu (misalnya pengatur AC).

3. Saklar Elektronik (Electronic Switches)

Tidak memiliki bagian bergerak mekanis dan dikendalikan oleh sinyal listrik atau digital.

  • Transistor: Berfungsi sebagai saklar elektronik utama dalam logika digital dan sirkuit daya rendah.

  • Relay: Menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan saklar mekanis (arus kontrol rendah mengendalikan arus beban tinggi).

  • SCR (Silicon Controlled Rectifier) & Triac: Digunakan sebagai saklar untuk mengendalikan daya AC.


Pengujian dan Terminologi

Terminologi Kontak

Kontak pada saklar memiliki dua keadaan dasar sebelum dioperasikan:

  • Normally Open (NO): Kontak secara normal (tidak dioperasikan) dalam keadaan terbuka atau terputus. Rangkaian tertutup hanya saat saklar diaktifkan.

  • Normally Closed (NC): Kontak secara normal dalam keadaan tertutup atau terhubung. Rangkaian terputus hanya saat saklar diaktifkan.

Pengujian Saklar (Kontinuitas)

Untuk menguji apakah saklar berfungsi dengan benar, Anda dapat menggunakan Multimeter dalam mode Ohm ($\Omega$) atau Kontinuitas (Beeper):

  1. Saklar Terputus (OFF): Multimeter harus menunjukkan hambatan tak terhingga (OL) atau tidak berbunyi, menandakan tidak ada koneksi.

  2. Saklar Terhubung (ON): Multimeter harus menunjukkan hambatan mendekati nol  dan berbunyi (pada mode beeper), menandakan koneksi yang baik .  Catat dan kirim ke link Kumpulkan Tugas. Terima kasih selamat mengerjakan.

 


Remote inframerah receiver

 


Silahkan perhatikan video berikut, Untuk tugas jawablah pertanyaan berikut :
1. Perangkat keras apa yang digunakan sebagai output pada video diatas !
2. Perangkat kera apa yang digunakan sebagao input pada video diatas !
Kerjakan di buku catatan dan kirim ke link berikut Kumpulkan Tugas
Tugas ditunggu hari ini. Terima Kasih. Selamat Mengerjakan.

Kamis, 06 November 2025

Pembangkit Listrik tenaga mikro hidro

 Perhatikan Video Berikut :


Buatlah Ringkasan langkah kerja mikro hidro dengan melihat video diatas di buku catatan dan kirim tugasnya di Upload Tugas. Tugas diterima hari ini sampai jam 15.00 dan sebagai absensi kehadiran. Terima kasih. Selamat mengerjakan.

Keylees Inframerah (tgl 7/11/2025 kls XTBSMA dan XTSMB)

 #include <IRremote.h>

int penerima=9;
// pin digital 9 untuk sinyal keluaran dari IR remote
int kontak=1;
// pin digital 1 untuk sinyal ke relay kontak
int kontak2=2;
//pin digital 2 untuk sinyal ke relay kontak2
int beep=4;
// pin digital 4 untuk sinyal ke buzer
int start=3;
//pin digital 3 untuk sinyal ke start
int a=0;
// menggunakan variabel a untuk seting awal bernilai 0 bil bulat
void setup() {
Serial.begin(9600);
//mengaktifkan komunikasi serial dengan kecepatan 9600bps
IrReceiver.begin(penerima);
//mengaktifkan sensor infrared penerima(receiver)
pinMode(kontak, OUTPUT);
//Setting pin 3 sebagai output
pinMode(beep, OUTPUT);
//Setting pin 11 sebagai output
pinMode(kontak2, OUTPUT);
//Setting pin 2 sebagai output
pinMode(start, OUTPUT);
//Setting pin 4 sebagai output
}
void loop() {
if (IrReceiver.decode())
//instruksi jika sensor infrared menerima sinyal inframerah dari remote IR
{
  digitalWrite(beep, HIGH);
//mengaktifkan pin 11 ke beep speaker HIGH(5V) selama 100 mS
  delay (100);
  digitalWrite(beep, LOW);
//Mengoffkan beep speaker
  Serial.println(IrReceiver.decodedIRData.command);
//Mengeprint kode dari sinyal inframerah yang diterima sensor inframerah
  a=IrReceiver.decodedIRData.command;
//Menyimpan kode inframerah ke variabel a
  IrReceiver.resume();
if (a == 34)
//Menanyakan apakah kode sama dengan 34 untuk tombol menyalahkan sepeda motor
{
digitalWrite(kontak2, LOW);
// mengoffkan pin 2(kontak2) bernilai LOW (0V)
digitalWrite(kontak, HIGH);
//mengaktifkan pin 3(kontak) bernilai HIGH (5V)
digitalWrite(start, HIGH);
//Mengaktifkan pin 4(start) bernilai HIGH (5V) selama 1S
delay(1000);
digitalWrite(start, LOW);
}
if (a == 162)
//Menanyakan apakah kode sama dengan 162 untuk tombol mematikan sepeda motor
{
digitalWrite(kontak, LOW);
//mengoffkan pin 1(kontak) bernilai LOW (0V)
delay(3000);
digitalWrite(kontak2, HIGH);
digitalWrite(beep, HIGH);
delay (100);
digitalWrite(beep, LOW);
}
}
}

Kerjakan tugas berikut di buku catatan, Foto dan kirim ke link berikut :
(Untuk Kelas XTBSM A ditunggu sampai jam 9.50,
untuk kelas XTBSM B ditunggu sampai jam 8.40)
Tugas :
1. Sebutkan Pin Output yang digunakan pada program keyless diatas !
2. Tuliskan program initialisasi atau tahap setting awal program keyless diatas !
3. Tuliskan instruksi program untuk mengaktifkan mengaktifkan sensor infrared penerima !
4. Pin berapa yang terhubung dengan sensor inframerah !
5. Pin berapa yang terhubung dengan speaker atau Beep !

Rabu, 05 November 2025

Tugas Hukum Kirchoff Kelas XTBSMA dan XTBSMB ( Mapel Dasar Elektronika Otomotif moda daring)

 Ass. Wr. Wb.

Semoga semua selalu sehat. Utk Pembelajaran kali ini silahkan kerjakan tugas materi hukum kirchoff yang telah bapak jelaskan pada pertemuan beberapa minggu yang lalu. Silahkan klik di Tugas Hukum Kirchoff. Tugas ditunggu Bpk sampai jam 15.00. Tugas sebagai absensi kehadiran, lewat Jam tersebut bpk anggap tidak hadir pembelajaran daring. Selamat Mengerjakan.Terima ksh  

Sejarah Evolusi Otomotif & Sistem Terotomatisasi (Materi ke 1 dan 2)

  BAHAN AJAR SISWA: SEJARAH, EVOLUSI OTOMOTIF & SISTEM TEROTOMATISASI Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik mampu menjelaskan perke...